DEMOKRAT DKI – Publik media sosial sempat diramaikan oleh pengakuan Subur Sembiring yang mengklaim sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat setelah mengambilalih dari Agus Harimurti Yudhoyono. Ketua Umum terpilih Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, 15 Maret 2020.

“Itu klaim sepihak saja. Sebelumnya orang ini mengaku sebagai Deklarator Partai Demokrat tapi namanya tidak tercantum dalam akte sebagai pendiri Partai Demokrat. Hanya ngaku-ngaku,” ujar Amirullah, Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta.

Aming, demikian biasa disapa, melanjutkan, AHY terpilih secara aklamasi pada Kongres V Partai Demokrat di Jakarta 15 Maret 2020. Dan Subur Sembiring menghadiri Kongres tersebut dan menerima hasil Kongres. Kalo sekarang mengatakan Kongres V Partai Demokrat tidak sah dan ilegal, itu pasti karena keinginannya tidak terpenuhi. Namanya tidak masuk dalam struktur pengurus DPP Partai Demokrat maupun struktur Badan Konsultatif DPP Partai Demokrat.

“Kalau sekarang SS teriak-teriak di medsos, itu karena namanya tidak ada di struktur pengurus DPP Partai Demokrat. Dan sudah tepat DPP tidak mengakomodir orang seperti itu. Hanya jadi benalu di partai,” lanjut Aming.

  Kader Demokrat DKI Geruduk Kantor DPP Tuntut Pecat Subur Sembiring

Agar hal demikian tidak terulang, Aming berpandangan DPP Partai Demokrat perlu mengambil tindakan tegas. Agar SS tidak dimanfaatkan pihak ketiga untuk merusak dan menghancurkan Partai Demokrat.

“Saya kira sekarang saatnya DPP bertindak tegas. Pecat orang ini dari keanggotaaan Partai dengan tidak hormat. Karena kalo tidak, bisa dimanfaatkan pihak ketiga untuk menghancurkan Partai Demokrat. Orang ini sudah sakit,” papar Aming.

“Sudahlah, akan habis energi kita kalo meladeni orang ini. Sekarang saat yang tepat, kita bergandeng tangan bersama-sama membesarkan Partai Demokrat dan mengembalikan Kejayaan Partai Demokrat,” tandas Aming.

SP

Komentar Facebook