Santoso, SH.

DEMOKRAT DKI – Jumat 10 April 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku efektif di Jakarta. Hal ini setelah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui usulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Senin 6 April malam.

Aturan mengenai PSBB telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 dan diturunkan secara rinci pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19)

Persetujuan PSBB sebagai pengganti lockdown dari pemerintah tentu saja sebagai keputusan yang harus disambut baik oleh semua stake holder, karena itu berarti Anies sebagai Gubernur Jakarta punya kewenangan yang  cukup untuk mengambil langkah-langkah strategis sebagai upaya memutus mata rantai penularan wabah virus Covid-19. Apalagi Jakarta adalah epicentrum penularan yang berarti harus menjadi front terdepan dalam perang melawa Covid-19.

Bekerja Optimal

Saya menaruh harapan besar kepada Gubernur bisa menanggulangi  dan segera memutus rantai penyebaran wabah ini. Dalam pandangan saya, Anies sebagai panglima perang melawanCovid-19 di Jakarta bisa bekerja dengan optimal memimpin jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Optimal yang saya maksud bukan hanya optimal pada sisi kinerja tapi juga optimal dalam  realisasi anggaran.

Selain itu, Gubernur harus memberikan prioritas kepada petugas medis yang menjadi pasukanpaling depan dalam perang semesta ini. Saya sengaja memakai kata Perang Semesta meminjam istilah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, karena sejatinya wabah ini telah menjadi masalah nasional yang juga sudah dirasakan dampaknya di daerah-daerah.

Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis seperti dokter dan perawat bisa menjadi salah satu tolok ukur keseriusan Anies menanggulangi Covid-19 dimasa PSBB. Alat ukur lainnya adalah efektifitas Anies dalam menggunakan anggaran yang sudah disiapkan dari APBD. Ini utk membantu masy Jakarta yg terdampak akibat PSBB ini juga sangat menentukan keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apalagi DPRD DKI Jakarta sebagai mitra kerja Gubernur sudah menyetujui anggaran yang diambil dari berbagai pos pembangunan yang ditunda pelaksanannya.

  Moh. Ikhsan: Pernyataan Subur Sembiring Penuh Halusinasi

Polri Harus Humanis

Ada banyak aturan yang harus dipatuhi oleh warga Jakarta selama masa berlakunya PSBB, terutama terkait dengan Social Distancing atau Physical Distancing. Jika selama ini  Social Distancing dan Physical Distancing hanya berupa himbauan dari pemerintah. Pada masa PSBB nanti kedua hal tersebut akan diberlakukan secara ketat, mungkin aturannya sudah diatur dalam Peraturan Gubernur terkait tentang pelaksanaan PSBB.

Seperti diketahui Kapolri sudah mengeluarkan telegram dinas kepada Kapolda dan Kapolres se-Indonesia untuk mengambil tindakan tegas berupa penegakan hukumkepada masyarakat yang dianggap tidak mematuhi ketentuan pemerintah dalam upaya. Ini bisa dipahami sebagai upaya Polri mendukung pemerintah menanggulangi wabah Covid-19. Tidak salah jika penegakan hukum perlu dilakukan. Namun hendaknya, penegakan hukum menjdi upaya terakhir yang dilakukan Polri. Akan lebih elok jika Polri melakukan langkah-langkah persuasif kepada masyarakat. Mengapa demikian?

Ijinkan saya mengutip tulisan Presiden ke 6 Indonesia bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam keadaan psikologi masyarakat di era pandemi besar ini, bisa membuat warga salah berucap, misalnya ada kata-kata yang melampaui batas. Menghadapai masalah ini, alangkah baiknya kalau yang diutamakan adalah tindakan yang persuasive terlebih dahulu. Tindakan pencegahan dahulu. Tindakan non yudisial dulu.

Polri harus mendahulukan sosialisasi yang humanis dan menghndari menerapkan sanksi hukuman kurungan badan jika tidak terlalu mendesak. Ini sangat penting diperhatikan oleh jajaran Polri karena jagan sampai dalam masa penerapan PSBB nanti malah menjadi masalah social baru ditengah pendemi Covid-19.

#Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta

Komentar Facebook