Pendidikan Enterpreneur Kebutuhan Masa Depan

Oleh : Andhi Pahlevi Amin

Vice President Indonesia Qatar Business Council (KADIN)

Membaca ulang kisah hidup para pendiri bangsa memberikan sebuah kesimpulan, dengan pendidikan mereka dapat menghantarkan bangsa ini menuju pintu gerbang kemerdekaan Republik Indonesia. Jika ditelisik lebih mendalam maka rerata mereka mengunyah habis buku-buku atau keilmuan yang berkaitan erat dengan upaya-upaya memperjuangkan kemerdekaan seperti ideologi, psikologi gerakan rakyat, ekonomi kerakyatan, sejarah revolusi dan lain sebagainya. Wal hasil, dengan kemunculan kaum terdidik tersebut maka kita dapat menikmati kemerdekaan sebagaimana yang kita rasakan hari ini.

Pada masa orde baru, pendidikan mengalami transformasi substansi. Sebagaimana yang kita fahami pada masa itu pemerintah memberlakukan kontrol terhadap keliaran dan kebebasan berfikir sehingga kita dapati peraturan mengenai dilarangnya buku-buku yang beraliran kiri atau radikal. Hal tersebut disebabkan kebutuhan negara pada saat itu adalah pembangunan yang lebih menekankan partisipasi seluruh komponen masyarakat, sehingga dikhawatirkan lahirnya pemahaman-pemahaman yang kontra produktif dengan apa yang tengah diperjuangkan rezim saat itu.

Dari dua perisitwa sejarah perjalanan bangsa ini maka penulis menganggap bahwa pendidikan seharusnya selalu mengalami perubahan dan perbaikan sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Jika kita simpulkan dari UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 dan kamus besar bahasa Indonesia, pendidikan merupakan sebuah proses sadar dan terencana untuk mengubah sikap dan tata laku peserta didik agar mempunyai kesiapan dalam menghadapi masa yang akan datang. Oleh karenanya proses pendidikan harus menempatkan masa yang akan datang sebagai landasan dalam menetapkan sistem dan kurikulum.

Pertanyaan yang kemudian lahir adalah, bagaimanakah gambaran masa yang akan datang serta apakah unsur-unsur dalam proses pendidikan saat ini telah menjawab kebutuhan masa yang akan datang ?

Jika dikaji berdasarkan teori generasi, maka masa yang akan datang merupakan akhir generasi Y (Milenial) pertengahan generasi Z dan awal generasi alpha. Teori generasi menjelaskan persamaan diantara generasi ini adalah pemanfaatan internet dalam kehidupan. Era digital dengan aneka teknologi yang semakin canggih akan menghadirkan informasi tanpa batas. Setiap individu akan memiliki kebebasan untuk mengakses apapun yang diinginkan. Kontrol orang tua juga semakin kecil dan sulit mengingat informasi tersebut dapat diakses melalui gadget yang hanya seukuran telapak tangan dan dapat dinikmati dimanapun berada.

  Ini Langkah Strategis Fraksi Demokrat DKI Beri Solusi Bagi Warga Jakarta

Menjawab gambaran kecil kisah dimasa yang akan datang maka seharusnya pendidikan ditekankan sebagai sarana untuk mempersiapkan pribadi-pribadi yang mampu beradaptasi dengan teknologi informasi. Sehingga kecanggihan tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya dalam menambah kapasitas diri guna menempuh kehidupan menuju pribadi paripurna (memakai istilah Islam : Pribadi Insan Kamil).

Berdasarkan pengamatan penulis melalui aktivitas keseharian sebagai Vice President Indonesia Qatar Business Council (KADIN), maka prinsip, filosofi maupun nilai enterpreneurship adalah materi yang sangat tepat untuk ditekankan didunia pendidikan dewasa ini. Materi enterpreneurship akan menjadi tameng aktif dari jahat dan buruknya pengaruh teknologi dan internet bagi perkembangan mental.

Menurut Zimmerer (1996) Entrepreneur adalah orang yang memiliki inovasi sehingga dapat menciptakan sesuatu yang baru dengan menghadapi tantangan, risiko dan juga ketidakpastian dengan tujuan untuk mencari laba dengan mengidentifikasi peluang dengan mengkombinasikan beberapa sumber daya. Lebih lanjut menurut Alma (2008) seorang entrepreneur akan memiliki sifat rasa percaya diri yang mantap serta baik, berorientasi pada tugas dan hasil, pandai dalam pengambilan resiko, berorientasi pada masa depan dan kreatif.

Mengkombinasikan bayangan masa depan dengan pengertian serta ciri seorang enterpreneur sepertinya menemukan padanan yang tepat. Jika masa depan dilihat dalam bingkai kebebasan informasi dan kemudahan teknologi maka filosofi enterpreneurship akan menjadikan segala kebebasan dan kemudahan tersebut sebagai objek untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri guna menciptakan peluang-peluang ekonomi bagi kemandirian individu. Dalam bahasa lain bagi seorang enterpreneur informasi dan teknologi adalah objek yang harus digali dan dimanfaatkan.

Sebaliknya, jika proses pendidikan tak mampu menghasilkan pribadi yang mampu memanfaatkan, menyaring serta memilah teknologi dan informasi yang hadir maka besar kemungkinan generasi-generasi tersebut akan menjadi korban kebiadaban serta kebringasan informasi dan teknologi. Efeknya mereka akan menjadi beban sosial dalam kehidupan masyarakat.

Semoga pemerintah beserta seluruh komponen masyarakat saling bahu membahu dalam membenahi sistem dan terutama materi pendidikan kita, agar tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya dapat terwujud. Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018.

Komentar Facebook