Menjelang ASIAN Games 2018, Demokrat DKI Nilai Jakarta Masih Kurang Promosi

Demokrat DKI – Selain Palembang, DKI Jakarta juga merupakan salah satu tempat yang dijadikan perehelatan Asian Games 2018. Pesta olahraga antarbangsa-bangsa Asia itu bakal melibatkan 40 cabang olahraga (cabor). Sebagai tuan tuan rumah Indonesia, tentu tidak sekadar menghormati tamu. Namun, bagaimana bisa meraih sukses penyelenggaraan, prestasi, dan menguntungkan secara ekonomi.

Guna menyukseskan jalannya pesta olahraga ASIAN Games, Jakarta pun mempersiapkan dan berbenah diri. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, sarana prasarana kota hingga sampai dengan dekorasi untuk keindahan kota pun dipersiapkan.

Sejumlah kebijakan diberlakukan demi menunjang hal tersebut, seperti kebijakan ganjil genap yang areanya diperluas untuk mengurai kemacetan, melarang kuda wisata delman beroperasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), dan mempersiapkan Transjakarta juga mempercepat pembangunan LRT dalam pengerjaannya.

Dalam pernyataannya kepada awak media kemarin, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menegaskan provinsi yang dipimpinnya bersama Anies Rasyid Baswedan telah siap untuk menyambut Asian Games 2018. Kesiapan tersebut diungkapkan Sandi saat menghadiri acara Festival Jelang Obor Asian Games XVIII tahun 2018 di Lapangan Pors, Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/7).

“Kita ingin hadirkan semangatnya dan kita bisa lihat masyarakat begitu antusias untuk menyambut Asian Games, dan kita nyatakan hari ini hari yang sangat bersejarah 8 Juli 2018, Jakarta declare bahwa Jakarta siap menyambut Asian Games,” ujarnya.

Hal ini pun ditegaskan oleh Taufiqurrahman, SH, selaku Ketua Fraksi Demokrat yang juga menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta. Dalam penilaiannya terkait dengan penyelenggaraan ASIAN Games yang akan diadakan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2018, seluruh persiapan sudah mencapai final pengerjaan, hanya tinggal beberapa hal yang harus terus mendapat perhatian khusus seperti kelancaran lalu lintas dan promosi kegiatan di Jakarta.

“Sudah, sudah rampung seluruhnya, venue acara dan persiapan teknis terkait dengan Jakarta sebagai penyelenggara insya Allah siap. Beberapa catatan saya mungkin persoalan lalu lintas dan promosi pelaksanaan kegiatan, untuk ini kita tertinggal dari Palembang. Mereka sudah sangat siap, bahkan kalau saya lihat dari informasi di media massa, mereka juga siapkan hydrogen car dari stasiun pemberhentian terakhir LRT ke venue acara,” ujar Taufiqurrahman, SH.

  Permasalahan BPJS Kesehatan dan Solusi Partai Demokrat Bagi Layanan Kesehatan Warga di DKI Jakarta

“Kita masih sedikit was-was mengenai lalu lintas ini, sama-sama tahu lah kita terkait dengan kemacetan di Jakarta ini. Nanti saya sarankan kepada Gubernur juga untuk membuat skema alternatif agar transportasi para atlet lancar. Ada 2 yang utama, pertama adalah menambah moda transportasi angkutan umum, sehingga masyarakat juga wisatawan yang bermaksud mengunjungi venue pertandingan bisa optimal menggunakannya dan membatasi jumlah angkutan barang yang masuk ke Jakarta, ini bisa diterapkan dengan pertimbangan skema waktu,” imbuhnya.

Selain permasalahan transportasi, Taufiqurrahman, SH juga menyoroti perihal promosi kegiatan acara yang menurutnya masih kurang masif. Padahal, momentum ASIAN Games ini dapat dimanfaatkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menyedot devisa yang tidak sedikit. Meski tidak ada kalkulasi data terkini, paling tidak, atlet dan official tim dari negara peserta pasti akan mengeluarkan biaya untuk hanya sekedar berbelanja pernak-pernik AG 2018, belum lagi perhitungan keuntungan jika ditambah dengan wisatawan yang berkunjung ke Jakarta untuk menyaksikan ASIAN Games. Kondisi itu disebut-sebut akan menggairahkan ekonomi terutama sektor paling mikro.

“Ini momentum yang harusnya bisa dimanfaatkan Pemprov DKI Jakarta. Snow ball effect dari sisi ekonomi dan promosi pariwisatanya luar biasa. Ada serapan devisa yang bisa menjadi pemasukan bagi negara, Jakarta sebagai penyelenggara harus bisa melihat potensi ini. Tapi untuk masalah promosi kita masih kurang saya lihat, belum sampai pada tahap yang menyedot animo dan perhatian masyarakat. Kalau untuk domestik saja kita tidak bisa mencuri perhatian, bagaimana kemudian mau promosi ke luar negeri,” tegas Taufiqurrahman, SH.

Komentar Facebook