Demokrat DKI – Sebagai bulan penuh berkah, kegiatan bulan Ramadhan selalu diisi dengan berbagai giat keagamaan yang positif. Lebih jauh, kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketakwaan umat Islam dan mempererat ukhuwah antar sesama muslim maupun dengan umat agama lainnya.

Tak terkecuali di DKI Jakarta, provinsi yang menjadi ibukota Indonesia ini menyajikan pemandangan yang berbeda pada Ramadhan kali ini. Berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya, tahun ini nampak Pemprov DKI secara khusus menyemarakkan Ramadhan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti shalat tarawih akbar yang dilaksanakan pada Sabtu (26/5) lalu dan giat berbuka puasa bersama dengan 223 RW setiap hari selama Ramadhan.

Hal ini dirasa merupakan kegiatan yang baik, penuh manfaat bagi umat dan terlebih lagi pemerintah sebagai pelayan masyarakat yang langsung mengakomodir berbagai kegiatan tersebut. Legislator Demokrat Komisi E DPRD DKI Jakarta yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman, SH memberikan apresiasi secara khusus kepada Pemprov DKI Jakarta atas inisiasi berbagai kegiatan itu.

“Saya secara pribadi mengapresiasi Pemprov DKI atas giat shalat tarawih akbar dan berbuka puasa bersama dengan 223 RW di DKI Jakarta. Itu merupakan terobosan yang positif. Saya rasa, untuk tahun-tahun ke depan perlu lebih diperbanyak lagi kegiatan seperti ini. Kalau bisa ditambah programnya, seperti sahur bersama dan juga kegiatan pendidikan keagamaan yang dilakukan pada bulan Ramadhan,” ungkap Taufiqurrahman, SH.

“Untuk shalat tarawih akbar berjamaah di Masjid Istiqlal itu saya kira telah mempererat ukhuwah islamiyah sesama umat. Jadi yang tadinya ada perbedaan soal rakaat shalat tarawih, di Istiqlal, semuanya disatukan. Selain itu juga umat dapat lebih saling mengenal, saling mengenal sesama saudara, saling mengenal dengan pemimpinnya,” ditambahkan olehnya.

Berkenaan dengan giat berbuka puasa bersama yang diadakan Pemprov DKI Jakarta untuk 223 RW dengan kategori, kumuh, padat penduduk dan golongan ekonomi tidak mampu, Taufiq pun mengapresiasi apa yang dilakukan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ditambah lagi dalam penyelenggaraannya yang melibatkan masyarakat dan tanpa menggunakan APBD.

Diketahui sebelumnya bahwa acara buka bersama untuk 223 RW tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Dompet Dhuafa. Program tersebut pun bertujuan untuk berbagi dan menghilangkan kesenjangan yang ada di antara masyarakat DKI Jakarta.

“Saya juga apresiasi terhadap giat Ramadhan yang bekerja sama dengan lembaga sosial itu. Ini terobosan baru dan belum pernah ada di pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Minimal dengan adanya program tersebut, bisa meringankan beban hidup pada keseharian saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Harapan saya, program ini akan berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya,” tandasnya.

  Demokrat DKI Mendorong Percepatan Pembangunan Kepulauan Seribu Sebagai Kawasan Wisata

Demokrat Jakarta Apresiasi Giat yang Dilakukan Pemprov DKI Selama Ramadhan

Selain mengapresiasi giat Ramadhan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, Taufiq juga menyayangkan tentang pandangan nanar sebagian orang mengenai kegiatan tersebut. Suara lantang bahkan diserukan mengenai anggaran yang dikeluarkan untuk satu porsi makan berbuka puasa bersama yang berjumlah 20 ribu rupiah itu. Bagi orang-orang yang melakukan kritik, anggaran sebesar itu sungguh tak masuk akal untuk jumlah total 400 paket per hari per RW atau 85 ribu porsi per satu bulan kegiatan. Jumlah total yang harus dianggarkan Pemprov DKI adalah sebesar 35 miliar rupiah. Anggaran sebesar itu didapatkan dari hasil public private partnership dengan ACT dan Dompet Dhuafa.

“Saya rasa orang-orang itu sudah antipati dahulu terhadap Anies dan Sandi sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta. Jadi apapun yang dilakukan akan tetap salah. Dari persoalan regulasi tidak ada yang menyalahi untuk 2 kegiatan itu. Pemprov tidak menggunakan APBD kan, tapi bekerjasama dengan lembaga sosial. Untuk shalat tarawih berjamaah juga tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar, bahkan saya dengar ada 60 ribu umat ikut dalam gelaran acara shalat tarawih akbar berjamaah itu. Ini kan preseden yang baik bagi pola kepemimpinan di DKI Jakarta. Semoga pada Ramadhan tahun-tahun berikutnya, akan lebih banyak lagi kegiatan yang bersifat seperti ini,” tegasnya.

Terakhir Taufiqurrahman, SH sebagai Ketua Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta, juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap giat keagamaan agama lain. Bagi Taufiq, Indonesia yang merupakan negara Pancasila wajib mendudukkan setiap agama pada porsi yang sama dan adil. Termasuk pemerintah sebagai perangkat negara wajib untuk mengakomodir giat keagamaan yang ada tanpa harus membedakan dan melihat unsur kepentingan yang ada.

“Ini soal giat untuk kaum muslim sudah bagus ya, selain itu kami Fraksi Demokrat-PAN juga meminta perlakuan yang sama jika kedepan ada umat beragama lain yang ingin lakukan giat keagamaannya di DKI Jakarta. Dasarnya jelas yaitu Pancasila dan UUD 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2 tentang negara berdasarkan Ketuhanan YME dan jaminan kebebasan memeluk agama juga kepercayaan masing-masing. Indonesia kan negara majemuk, berbangsa dan bersuku, Indonesia juga milik semua golongan yang ada, bukan milik agama tertentu atau keyakinan tertentu, termasuk DKI Jakarta. Jadi kedepan kami inginkan adanya keselarasan itu agar kehidupan kita bangsa Indonesia senantiasa harmonis dan terjaga,” tutup Taufiqurrahman.

Komentar Facebook