Demokrat DKI – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2017 ini mencapai Rp 70,1 triliun, dan saat ini baru terserap 69% dari sisa waktu jelang tutup buku pada 20 Desember ini.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan penyerapan bisa mencapai 86%. jika pun demikian target ini sulit direalisasikan, mengingat terbatasnya waktu hingga tutup anggaran. sebagaimana yang disebutkan oleh Sekretaris Daerah, Saefullah di Balaikota (18/12).

“Pada Tahun ini dari 69% digenjot menjadi 86% dalam waktu menghitung hari sulit diwujudkan. Target realistis 75%,” ujarnya.

Dengan demikian wajah pembangunan DKI Jakarta masih belum menunjukan hasil yang maksimal, banyak proyek pembangunan infrastruktur yang belum terselesaikan seperti Rusunawa, fly over, underpass dan lain sebagainya. Saat ini sebagian besar anggaran lebih banyak terserap kepada belanja tidak langsung, seperti gaji pegawai, air, listrik.

Terkait hal tersebut, Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat-PAN, Mujiono SE menanggapinya. Menurutnya Anggaran tahun 2017 ini mencerminkan buruknya perencanaan pembangunan saat itu.

  Demokrat DKI Dukung Upaya Warga Bukit Duri Tuntut Pengembalian Hak Hunian Layak Untuk Warga

“DKI Jakarta punya anggaran yang cukup banyak tetapi hanya menjadi SILPA (Idle Money), bayangkan jika APBD 2017 Rp 70,1 triliun tidak terserap 25% kan berarti ada sisa Rp 17 triliun. Senilai Itu bisa buat membangun 850 sekolah di Jakarta, atau membangun 56 buah simpang susun semanggi,” ujarnya.

ditambahkan oleh Mujiono SE, “dengan uang sebanyak ini banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi karena perencaaan yang lemah masyarakat Jakarta yang dirugikan,” jelasnya.

“kami dari Fraksi Partai Demokrat akan terus mengawal proses pembangunan di DKI Jakarta, terutama dari masa perencanaannya, jika dalam perencanaannya matang maka pelaksanaan pembangunannya dapat sesuai target dan maksimal bermanfaat bagi masyarakat Jakarta,” tutupnya.

Komentar Facebook