Sampah Kolong Tol Cawang Menggunung, Demokrat Jakarta Minta Pemprov Giat Edukasi Warga Tentang Pentingnya Kebersihan

Demokrat DKI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mencanangkan program “TrotoarKita” pada 8 Oktober 2017 mendatang, bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).

Pelaksanaan program ini akan dimulai dengan merevitalisasi trotoar besar-besaran di Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI, Saefullah menuturkan ada sekitar 3000 pohon yang akan terkena dampak revitalisasi trotoar.

“Saya mohon maaf, karena ada pohon-pohon terdampak pelebaran trotoar,” kata Saefullah, Senin (18/9/2017).

Menurutnya, pohon-pohon tersebut diupayakan tidak dibuang, tetapi dipindahkan di lokasi lain yang menjadi aset Pemprov DKI, seperti Taman BMW maupun kebun bibit.

Rencananya, trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin akan dilebarkan Sedangkan hingga 10 Meter. Pihak Pemprov menargetkan program “TrotoarKita” rampung di bulan Juli 2018.

Anggota Komisi D Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Hj. Neneng Hasanah menuturkan program “TrotoarKita” seharusnya tidak mengorbankan ribuan pohon.

“Meskipun Pemprov beralasan demi kenyamanan pejalan kaki, tetapi perlu diperhatikan juga dampak lingkungan yang ditimbulkan, yakni pencemaran udara,” ujar Neneng saat dihubungi demokratdki.or.id, Minggu (24/9).

  Program #TrotoarKita Gunakan Dana Off Budget, Fraksi Demokrat Tidak Setuju

Selain itu, Neneng menilai masyarakat DKI sudah cerdas dalam menyikapi setiap kebijakan Pemprov. Terbukti, kata Neneng, ada aksi penolakan dari masyarakat “pejalan kaki” terhadap program “Trotoarku”.

Diketahui, masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki menggelar aksi memeluk pohon sebagai bentuk protes atas kebijakan Pemprov memindahkan 3000 pohon disekitar Jalan Sudirman hingga Thamrin.

“Niat memberi kenyamanan kepada pejalan kaki itu bagus, tetapi jangan mengorbankan pohon. Kita semua tahu, pohon itu paru-paru dunia. Dan semua masyarakat Jakarta menyadari pula tingkat polusi di Jakarta sudah sangat memprihatinkan,” tegas perempuan yang juga menjabat Sekretaris DPD Demokrat DKI Jakarta itu.

Dengan demikian, Neneng meminta pihak Pemprov mengkaji ulang rencana pelebaran trotoar tersebut.

“Kami minta Pemprov mengkaji ulang pelebaran trotoar itu. Karena dampak yang ditimbulkan lebih besar daripada asas manfaatnya,” tandasnya.

Komentar Facebook