Anggota DPRD Fraksi Demokrat DKI Jakarta, Nur AFni Sajim, SE

Demokrat DKI – Isu kebangkitan paham komunis tengah hangat diperbincangkan di sosial media. Terlebih pasca pengepungan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat pada Minggu (17/9) lalu.

Bahkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menginstruksikan kepada jajaran TNI untuk menonton film “Pengkhianatan G30S/PKI. Tak ketinggalan pula, sejumlah partai politik menggelar acara nonton bareng (nobar) film PKI tersebut.

Sedangkan Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang sejumlah kader partai Demokrat nobar film “Pengkhianatan G30S/PKI” di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jumat (22/9/2017).

Nobar Film “Pengkhianatan G30S/PKI” di kediaman SBY di Cikeas, Bogor

Tampak SBY, Ani Yudhoyono, dan Edhie Baskoro (Ibas) duduk di jajaran kursi paling depan, disusul sejumlah kader Demokrat berada dibelakang kursi SBY.

Para kader Demokrat terlihat serius menonton film sejarah “Pengkhianatan G30S/PKI”.

Wakil Ketua I DPD Demokrat DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, SE menilai acara nobar kader Demokrat di kediaman SBY menunjukkan bahwa partai Demokrat menghargai jasa para pahlawan.

  Fraksi Demokrat DKI Minta Tindaklanjuti Kesepakatan di RDP Soal Penghuni Rusun

“Ini menjadi bukti bahwa partai Demokrat dan Pak SBY sangat menghargai jasa para pahlawan, terutama para pahlawan revolusi,” ujarnya kepada demokratdki.or.id, Sabtu (23/9).

Perempuan yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta itu menegaskan kembali bahwa di bulan November 2011 silam, SBY adalah Presiden yang menetapkan gelar Pahlawan Nasional bagi Soekarno dan Mohammad Hatta.

“Contoh, ketika November tahun 2011 justru Pak SBY lah yang menetapkan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai pahlawan nasional. Padahal ketika ibu Megawati menjabat presiden melupakan hal ini,” tandasnya.

Komentar Facebook