Foto: Sekretaris DPD Demokrat DKI Jakarta, H. Misan Samsuri, SE

DemokratDKI – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan jumlah penduduk miskin di Jakarta terus mengalami peningkatan. Data terbaru pada Maret 2017 sebesar 389,69 ribu orang, meningkat 5,39 ribu atau meningkat 0,02 poin dari Maret tahun lalu (2016).

Data Resmi Tingkat Kemiskinan di DKI Jakarta Maret 2017

Anehnya, beberapa lembaga survei saat Pilkada DKI Jakarta 2017 disebutkan tingkat kepuasan publik tinggi terhadap Petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat itu.

“Ini tentu terjadi anomali. Akan tetapi, jika kita mau kritis, sebenarnya itu survei mana? Siapa yang disurvei?,” tanya Sekretaris DPD Demokrat DKI Jakarta, H. Misan Samsuri, SE, Kamis (31/8/2017).

Keberhasilan Pemerintah Daerah (Pemda), menurut Misan dilihat dari tiga aspek. Pertama, mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua, tingkat penyerapan anggaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Ketiga, mendapat penilaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“DKI tidak mendapatkan ketiganya. Jawa Barat dapatkan WTP dari BPK, tingkat penyerapan tinggi diatas 80%, DKI terendah se-nasional kurang dari 60%, warga dirugikan, penilaian dari Kemendagri DKI CC rendah sekali, Jawa Barat A, selangkah lagi sempurna,” ungkap pria yang juga menjadi Anggota Komisi D Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta tersebut.

  Ketua DPD Demokrat: Pajak Parkir Kendaraan Naik Berdampak Pada PHK dan Sektor Perdagangan Lemah

Selama ini, Pemda DKI dinilai kerap umbar keberhasilan melalui berbagai survei yang dipublikasikan di media. Hal ini menurut Taufiqurrahman, hanya upaya pencitraan Pemda, tanpa mengedepankan bukti keberhasilan tersebut.

“Jadi keberhasilan itu harus bisa dibuktikan, bukan sekedar survei. Bahkan dalam berita resmi statistik maret 2017 disebutkan bahwa angka kemiskinan di dki jakarta meningkat,” pungkasnya. (DPD)

Sebagai bahan reverensi, berikut ini data resmi BPS. Download

Komentar Facebook