Wakil Ketua IV DPD Demokrat DKI Jakarta, Drs. HA. Nawawi, SH, M.Si

DemokratDKI – Pemerintah menetapkan tanggal 2 Mei sebagai “Hari Pendidikan Nasional”. Tetapi seiring dengan perjalanan Kemerdekaan RI ke 72, kondisi pendidikan di Tanah Air, khususnya di DKI Jakarta terlihat masih carut marut. Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terhadap sistem pendidikan selama ini tidak memenuhi asas keadilan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua IV DPD Demokrat DKI Jakarta, Drs. HA. Nawawi, SH, MSi. Ketidakadilan tersebut, menurutnya dipicu oleh adanya dikotomi pendidikan, bahkan cenderung diskriminatif.

“Mengapa demikian? Karena Pemda dalam hal ini Dinas Pendidikan seolah-olah Tupoksinya hanya mengurusi sekolah negeri, siswa negeri dan guru-guru negeri saja. Padahal mereka yang sekolah di Swasta adalah anak Jakarta, guru yang mengajar di Swasta juga rakyat Jakarta. Begitu juga yang di Madrasah, itupun anak Jakarta yang juga berhak menikmati APBD DKI Jakarta,” beber Nawawi di Gedung DPRD DKI, Senin (28/8/2017).

Para orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya di perguruan Swasta, lanjut Nawawi, mereka juga membayar pajak di Jakarta.

“Oleh karena itu, dalam Revisi Perda Pendidikan yang sudah berumur 11 tahun itu, harus kita perbaiki, agar memenuhi rasa keadilan bagi semua warga Jakarta, termasuk mereka yang bersekolah di Madrasah,” tegas pria yang juga┬ámantan birokrat karier di Dinas Pendidikan┬áDKI Jakarta itu.

  Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta Siap Galang Kekuatan Agar Tuntutan Warga Rusun Dipenuhi

Dengan demikian, bisa tercipta asas keadilan dalam memperoleh pendidikan. Rakyat memiliki hak yang sama di mata hukum dan undang-undang.

“Orang miskin berhak menikmati layanan pendidikan sebagaimana dinikmati orang-orang berada yang bersekolah di negeri. Bukan hanya gratis SPP tapi juga menikmati layanan praktek atau laboratorium yang layak, termasuk layanan masuk ke sekolah unggulan secara gratis. Ini semua akan tertuang dalam pasal-pasal pada Revisi Perda Pendidikan yang tidak lama lagi masuk tahap Pembahasan, insya Allah,” tandas Nawawi.

Komentar Facebook