Foto: Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Santoso, SH

DemokratDKI – Persoalan tarif parkir di Ibu Kota menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, Pemprov DKI akan menaikkan pajak tarif parkir kendaraan yang disahkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saifullah mengaku pembahasan Perda saat ini belum tuntas.

“Tarif itu ditetapkan dengan Perda. Perda sudah kita sampaikan ke DPRD kita tunggu dibahasnya. Soal berapa besarnya, nanti biasanya dalam pembahasan ada diskusi,” kata Saifullah di Balai Kota, Jumat (11/8/2017) lalu.

Saifullah menyebut, besaran kenaikan tersebut berada dikisaran 10 persen. Namun, hal itu tergantung kesepakatan dengan DPRD. “Kita tunggu besarannya berapa tapi potensi slotnya yang memungkinkan bisa naik 10 (persen),” ujar Sekda.

Ketua DPD Partai Demokrat, Santoso, SH menentang rencana kenaikan tarif parkir sebelum Wajib Pajak off street diberlakukan sistem online. Ia berdalih dengan sistem tersebut bisa diketahui data sebenarnya terkait jumlah kendaraan.

“Tarif pajak parkir jangan dinaikkan sebelum para Wajib Pajak parkir off street di online-kan. Karena dari situ akan diketahui data sebenarnya kendaraan yang parkir, berapa banyak termasuk durasi/lama parkirnya,” tegas Santoso yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta.

  Warga Pindahan Rusun Terkatung Nasibnya, Fraksi Demokrat DPRD DKI Desak Kepala Dinas Perumahan Mundur

Santoso menilai, jika parkir tetap dinaikkan, hal itu akan berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, pengelola pusat perbelanjaan atau mall akan kehilangan pengunjung lantaran tarif pajak parkir tinggi. Imbasnya pada pendapatan outlet atau counter menurun.

“Ini akan menyebabkan pelemahan disektor perdagangan yang akibatnya akan ada pengurangan tenaga kerja. Karena jumlah penunggak pajak kendaraan bermotor (motor & mobil) sangat banyak hingga Agustus tahun ini,” ujar Santoso.

“Bahkan dari data Badan Pajak & Retribusi Daerah DKI ada 3 juta lebih kendaraan. Maka, saya usulkan agar kendaraan yang belum bayar pajak kendaraan bermotor (PKB) saat parkir di off street tarifnya ditinggikan agar mrk akhirnya mau membayar PKB,” tandasnya.

Komentar Facebook